19 Oktober 2026,
Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Muslim Aid Australia (MAA) International kembali menunjukkan komitmen kuat untuk membantu masyarakat Indoonesia yang telah tertimpa bencana dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Melalui mitra Yayasan Wahana Mandiri Indoneisa (YWMI), MAA International menyalurkan bantuan berupa 350 paket sembako, 350 paket hygiene kits serta 260 paket khusus untuk ibu dan bayi di wilayah terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Sasaran penyaluran bantuan ditujukan untuk daerah yang mengalami dampak yang parah.
Paket Sembako dan Hygiene Kit akan disalurkan kepada 350 keluarga dan Paket Ibu dan Bayi akan disalurkan kepada 260 ibu dan 260 bayi yang terdampak bencana gempa. Distribusi bantuan dilakukan pada tanggal 17 Oktober hingga 19 Oktober 2026 di wilayah kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur dan Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Paket Sembako berupa: 15 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula, 1 kg ikan kering dan 1 kg tepung. Sementara Paket Hygiene kit berupa: 3 buah sikat gigi, 2 buah pasta gigi ukuran 190 gr, 3 buah sabun mandi beserta 1 buah ember ukuran 20 liter. Untuk Paket Ibu dan Bayi terdiri dari Paket Ibu berupa: 1 kg ikan kering, 1 kg susu bubuk, selimut, 2 pack pembalut, 3 buah sabun, pasta gigi dan sikat gigi. Sementara Paket Bayi berupa: 1 kg kacang hijau, 1 kg gula merah, sabun mandi 100 ml, minyak kayu putih 60 ml, selimut bayi, 2 pack popok, dan handuk bayi.

Program bantuan bagi penyintas ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Australia melalui Muslim Aid Australia dalam membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Indonesia. Harapannya melalui bantuan ini dapat menghadirkan kebahagiaan serta mengurangi beban bagi masyarakat yang tengah bangkit dari kesulitan akibat bencana gempa.
Pada saat penyaluran bantuan di Kabupaten Manggarai pada hari Minggu (18/10/2026), Direktur Program MAA International, Shazil Rehman, menyampaikan komitmen lembaganya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Indonesia.
Program penyaluran bantuan ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat serta melibatkan partispasi aktif dari para pemangku kepentingan dan masyarakat. Pendekatan ini dilakukan agar program dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kolaborasi ini dilakukan sejak pemilian lokasi, penerima manfaat, persiapan, hingga proses penyaluran bantuan bagi penerima manfaat. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan prinsip transparansi, ketepatan sasaran, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Melalui program ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian dapat terus tumbuh, sekaligus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan orang-orang baik dimanapun berada dengan masyarakat yang sedang mengalami kerentanan dan kesulitan di berbagai wilayah Indonesia.




Add Comment